• Menghidupkan Mimpi ke Negeri Sakura

  • Follow me on Twitter

Lebaran di Osaka

Pulang kampung adalah salah satu momen indah Idul Fitri. Mudik menjelang lebaran memang menguji kesabaran. Dulu saat kuliah di kota Surabaya, perjuangan mudik dengan moda transportasi bus, tak dapat tempat duduk sudah menjadi santapan tiap tahun saat mudik. Kondisi serupa saat menempuh pendidikan di kota Depok, perjuangan mudik dengan kereta ekonomi dari Jakarta menuju Nganjuk itu sangat melelahkan dan menguji kesabaran ketika harus berdesak-desakan dengan penumpang lainnya. Namun betapa bahagianya ketika sampai rumah bertemu dan melepas rindu dengan orang tua, sanak saudara dan handai taulan. Ada rasa kebahagiaan dan kenikmatan tersendiri ketika sungkem pada orang tua.

Kini kali ketiga saya menjalani lebaran di negeri sakura. Jauh dari tanah air dan kampung halaman. Malam takbiran menyongsong lebaran pun saya lalui dengan berjibaku di laboratorium. Senin (28/7) tepat pukul 08.00 JST saya berangkat ke Kobe dari Osaka untuk melaksanakan Shalat Ied di Masjid Kobe. Masjid Kobe ini didirikan sekitar tahun 1935 dan merupakan masjid pertama di Jepang. Di samping telah berusia tua, masjid ini juga merekam jejak sejarah tetap utuh dan tegak di tengah-tengah reruntuhan di kala terjadi gempa bumi besar sekitar tahun 1995. Shalat Ied di masjid Kobe ini dipadati warga negara asing dari Arab, Mesir, Pakistan dan Turki. Perjalanan satu jam ditempuh dari Osaka menuju Kobe dengan moda transportasi kereta.

kobe

Suasana usai shalat ied di masjid kobe

Suasana lebaran di Osaka tidak begitu terasa. Tidak ada libur resmi dari kampus maka saya mengajukan izin ke Professor untuk melaksanakan shalat Ied di pagi hari, usai shalat Ied saya pun bergegas segera kembali ke kampus untuk melaksanakan rutinitas di lab seperti hari-hari biasa, lebaran disini tidak ada suara gemuruh takbir dan bedug yang saling bersahutan antar masjid, tidak ada acara saling kunjung ke sanak saudara dan handai taulan, tidak ada hidangan kue khas lebaran serta tidak ada acara televisi bernuansa lebaran yang dapat membuat suasana lebaran begitu melekat di hati.

Tentunya untuk mengobati kerinduan suasana lebaran khas Indonesia. Saya dan teman-teman mengadakan acara kumpul-kumpul sekedar untuk berbagi cerita dan bercanda ria pada malam harinya. Acara digelar pukul 19.00 JST, tidak ada persiapan khusus sebelumnya karena sebagian dari kita usai menunaikan shalat Ied langsung bergegas menuju lab masing-masing seperti hari-hari biasa. Dari diskusi yang hangat dan singkat via jejaring sosial LINE, ada rekan yang menawarkan diri membawa ketupat, sambal goreng ati, opor ayam, rendang, serundeng, es krim , semangka dan minuman.  Acara silaturahmi ini berlangsung dengan penuh kebahagiaan menyambut lebaran, sembari dengan lahapnya menyantap ketupat, opor ayam dan sambal goreng ati, kita saling tegur-sapa diselingi bersenda-gurau ditemani dengan lantunan lagu-lagu bernuansa lebaran. Dengan begitu, walau berada di negeri orang, kita bisa merasakan atmosfer lebaran seperti di Indonesia.

lebaran-kumpul

Suasana acara silaturahmi menyambut lebaran

Seiring dengan hadirnya Hari Raya Idul Fitri, izinkan saya dan teman-teman di Osaka memohon maaf lahir batin kepada rekan-rekan semua. Semoga kita termasuk orang yang kembali ke fitrahnya dan senantiasa diberi kekuatan iman untuk selalu istiqomah menjalani kehidupan sesuai dengan aturan Allah SWT. Amiin. Dari Osaka, Jepang, kami mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1435 H. Mohon Maaf Lahir dan Batin.

Osaka, 28 Juli 2014

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: