• Menghidupkan Mimpi ke Negeri Sakura

  • Follow me on Twitter

Malam Menyongsong Ramadhan di Osaka

Berpuasa di Osaka memiliki nuansa tersendiri. Pasalnya, dentuman dahsyat suasana Ramadhan tidak semeriah di Tanah Air. Bahkan tidak ada sentuhan suasana Ramadhan di Jepang, tak terasa nikmatnya kolak pisang dan takjil saat berbuka puasa, tak terlihat acara sinetron religi dan acara-acara keagamaan menjelang sahur, tak terlihat musholla/langgar atau masjid menjadi penuh sesak oleh serbuan jamaah yang ingin menunaikan salat tarawih. Di kampung halaman, suasana Ramadhan sangat berkesan, dulu saat masih kecil usai buka puasa dilanjutkan dengan menyalakan kembang api bersama teman-teman, gelapnya malam menjadi benerang seterang hati menyambut malam Ramadhan, kemudian salat Isya dan tarawih berjamaah di musholla. Dentuman Ramadhan di Tanah Air sangat berkesan dan menyentuh kalbu yang sekarang tak kujumpai di Jepang.

Kini kali kedua, saya menikmati suasana Ramadhan di Jepang. Selama bulan Ramadhan, saya menjalani aktifitas seperti biasa. Bulan Ramadhan di Jepang tahun ini bertepatan dengan musim panas dengan suhu yang akan naik terus sampai bulan Agustus. Imsak sekitar pukul 02.52 JST dan magrib sekitar pukul 19.16 JST. Saat berangkat ke kampus mengayuh sepeda dengan jalan yang naik turun membuat tenggorokan terasa cepat kering. Meskipun suasananya panas, lembab dan berkeringat, bersyukur akifitas di kampus lebih banyak di ruangan yang ber-Ac. Tentu saja, menjalani Ramadhan di Jepang menimbulkan kerinduan yang mendalam pada keluarga dan juga suasana Ramadhan di Tanah Air (kerinduan akan lantunan adzan, salat berjamaah di musholla yang penuh dengan jamaah serta makanan khas yang mudah didapat seperti kolak, takjil, dll)

Oleh sebab itu, pada hari sabtu, 28 Agustus 2014, saya dan 15 mahasiswa Indonesia yang tengah menuntut ilmu di Osaka University mengadakan acara kumpul-kumpul dan makan bersama untuk mengobati rasa rindu  akan kehangatan keluarga di kampung halaman dan suasana Ramadhan di Tanah Air. Kami berkumpul di salah satu apartemen rekan kami (Mas Viko). Setiap orang yang datang membawa makanan dan minuman, ada yang membawa batagor, gulai, mie goreng, bubur kacang ijo, risoles, dadar gulung, buah semangka dan juga melon. Makanan dibuat dengan bahan-bahan seadanya yang bisa didapat di Osaka. Uniknya dari sekian banyak masakan Indonesia, menu yang sangat disukai dan dijadikan pilihan utama adalah gulai dan batagor yang membuat kenyang.

makanan

Hidangan makanan menyambut datangnya bulan Ramadhan

Salat Magrib berjamaah pkl 19.20 JST mengawali rangkaian acara Malam Menyongsong  Ramadhan. Setelah dengan lahapnya menyantap es buah, dilanjutkan dengan kultum yang disampaikan oleh rekan kita, Pak Bambang. Usai kultum, kami saling berucap mohon maaf lahir bathin untuk menyambut indahnya bulan Ramadhan dengan harapan bisa menjalankan ibadah puasa dengan hati ikhlas, khyusuk dan mendapatkan hikmah dari amalan di bulan Ramadhan ini.

Acara yang dinanti-nanti pun tiba yakni menyantap makanan khas Indonesia yang sengaja kami buat dan hidangkan bersama untuk mengobati rasa rindu akan cita rasa makanan Indonesia bagi kita yang sedang menuntut ilmu di negeri sakura. Dengan begitu, kita bisa merasakan atmosfer Ramadhan di Indonesia.

senang

Senyum dan spirit malam menyongsong Ramadhan

Setiap orang mendapat jatah satu piring batagor dan satu gelas es buah. Sambil makan, tegur-sapa diselingi bersenda-gurau dapat menambah dan meningkatkan rasa persaudaraan, keakraban dalam menjalani kehidupan di Jepang untuk menyambut kedatangan bulan suci Ramadhan dengan perasaan dan hati yang gembira.

Tepat pukul 21.00 JST, kami melaksanakan salat isya dan tarawih berjamaah. Usai salat tarawih, makan bersama yang kedua dengan menu gulai, martabak dilengkapi kue dadar gulung dan bubur kacang ijo. Makan bersama sambil bersenda-gurau dan berbincang kabar terbaru dari Indonesia (debat capres). Setelah dengan lahapnya menyantap makanan khas Indonesia tersebut, kami akhiri acara Malam Menyongsong Ramadhan dengan saling bermaaf-maafan dan pulang ke apartemennya masing-masing.

Alhamdulillah acara Malam Menyongsong Ramadhan berjalan dengan lancar penuh untaian tali kasih kekeluargaan yang bisa mengobati kerinduan kami akan susana Ramadhan di Tanah Air. Marhaban ya Ramadhan. Semoga kita bisa memanfaatkan momentum kehadiran bulan suci Ramadhan untuk meraih kemuliaan dan kemenangan.

Osaka, 29 Juni 2014

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: