• Menghidupkan Mimpi ke Negeri Sakura

  • Follow me on Twitter

Memaknai hidup dari Fisika dan Biologi

Hai sobat! dalam pelajaran Fisika, bagaimana benda dikatakan bergerak…?
Gini guys! Benda dikatakan bergerak jika kedudukannya berubah terhadap titik acuan tertentu. Ohhh…..begitu.

Gerak bersifat relatif lho ya…! buseett….., koq bisa ya…?
For example : si Gagus berangkat ke kampus UNESA naik sepeda.
Gagus dikatakan ” BERGERAK” bila titik acuan yang diambil adalah ”KAMPUS” but
Gagus dapat dikatakan diam bila titik acuan yang diambil adalah ”SEPEDA”.
Oh itu yang namanya relatif, mari bro kita belajar dari gerak yang bersifat relatif
Gini ya…!

Kalau tadi Gagus dapat dikatakan ”BERGERAK” bila titik acuan yang diambil adalah kampus tetapi Gagus dapat dikatakan ”DIAM” bila titik acuan yang diambil adalah sepeda. Sekarang mari kita terapkan dalam kehidupan kita, bisa saya katakan titik acuan yang diambil tersebut berkaitan dengan cara pandang kita terhadap diri kita sendiri, cara pandang kita terhadap orang lain, dll ( pokoknya berkaitan dengan cara pandang kita ya bro…!).

In fact, we must positive thinking. Ok guys…!
Explain : Saya sekarang kuliah sambil kerja ngajar privat “ from home to home”
Alias jadi pria panggilan ( et, et jangan negatif thinking ya, maksudku adalah pria panggilan ngajar privat…). Uihh sibuk banget harus kerja sambil kuliah, kalo Qt punya cara pandang yang negatif ( memandang kelemahan, kesusahan, kesengsaraan, dll) so Qt tidak akan berkembang dan pada akhirnya sedikit-sedikit mengeluh) tetapi kalo cara pandang qt postif ( tiap bulan dapat gaji, bisa jalin silaturahim dengan keluarga yang anaknya les ke qt, kita bisa sambil belajar memperkuat ilmu, dapat pengalaman, dll), pasti dech menjalani hidup ini akan terasa nikmat, mantap, top, joss, yes, prima, …..!
so belajarlah dari bunga mawar yang indah…! Jadi ketika kita punya cara pandang yang positif terhadap bunga mawar ( indah, harum, romantis, cinta, kasih saying) maka akan melahirkan “EPOS” ( Energi .positif ) untuk menjalani kehidupan so qt bisa terus survive dalam menjalani hidup BUT kalo Qt punya cara pandang terhadap bunga mawar yang negatif ( banyak durinya, luka, darah, sakit, handsaplast, handyplast, tajam) maka tanpa disadari akan menghasilkan “ENEG” (Energi Negatif) so hidup kita gak bisa enjoy, bingung dan banyak konflik batin ( buseet, gak mau ah… jk punya “ENEG” mendingan punya “EPOS” yang banyak dech…! Haha).

Setelah belajar gerak dari segi Fisika, yuuk, Qt coba belajar lagi tentang gerak dari segi Biologi…..!, kita tahu system gerak manusia khan…..!. sistem gerak manusia tersusun atas sistem gerak pasif (sistem kerangka) dan sistem gerak aktif (sistem otot).
Sekarang supaya kita selalu aktif mari kita belajar dari sistem gerak aktif yang berupa otot. Salah satu cara kerja otot yaitu :
1. Ekstensor ( meluruskan ) misalnya meluruskan lengan bawah.
2. Abduktor ( mendekat) misalnya merapatkan jari.
3. Depresor ( kebawah) misalnya saat menunduk.
4. Supinator (menengadah) misalnya menengadahkan telapak tangan.
Busett, apa ya makna yang tersirat dari cara kerja otot tersebut…? Hemmm
Jika kita ingin bahagia dunia-akhirat yang pertama yaitu :
1. Ekstensor ( meluruskan ), kita harus melurukan niat dan punya targetan-targetan dalam sehari, jika niat kiat sudah bulat maka kita akan fokus pada targetan tersebut dan inilah yang disebut dengan “The power of focus”. Jika dalam sehari bisa mencapai targetan tertentu, anda banyangkan dalam waktu seminggu, sebulan, setahun, targetan yang kita capai sudah besar sehinngga kita akan mendapatkan kenikmatan dari proses usaha keras kita. Ini saya alami sewaktu saya mulai mengerjakan skripsi, skripsi saya kerjakan di awal semester 6 setiap hari saya punya targetan tertentu untuk skripsi saya, syukur alahmdulillah setiap hari targetan itu tercapai dan akhirnya saya sudah ujian skripsi bulan maret 2009 ( lebih awal dari waktu yang telah ditentukan), sementara teman-teman saya belum ada yang ujian skripsi). Puji syukur alhamdulillah dari hasil keras tersebut membawa kenikmatan yang indah, tinggal nunggu wisuda bulan oktober nanti! Haha…..
2. Abduktor ( mendekat ), kita harus berusaha mendekat dan menyatu dengan orang-orang sukses, belajar dari pengalaman orang-orang sukses sehingga bisa terinspirasi dari kesuksesan beliau, selain itu kita harus berusaha mendekat pada Allah ( beriman ). Kita belajar hidup dari petani, petani yang sedang menanami ladangnya dengan padi berusaha supaya padinya bisa tumbuh subur dengan tanahnya diberi pupuk, pengairan yang cukup, menjaga dari hama tanaman padi, namun siapa yang menumbuhkan bibit padi sebesar 1 cm yang pada akhirnya padi bisa dipanen…? Tentu saja ini adalah intervensi Allah yang maha dahsyat…! Belajarlah dari Alam, sinergikan kehidupan mikrokosmos ( kehidupan kita) dengan makrokosmos ( alam semesta ) karena sudah sunnatullah antara mikrokosmos dan makrokosmos bersinergi.
3. Depresor ( kebawah), bisa saya analogikan kita harus melihat “bawah” jika berhadapan dengan hal duniawi. Ini adalah contoh nyata yang saya alami : saya adalah anak penjual jamu tradisional yang sedang merantau kuliah di Surabaya, kebanyakan teman-teman saya ortunya pada jadi “PNS”, secara finansial baik di kos maupun di kampus, bisa dikatakan saya yang paling miskin tetapi itu semua tidak membuat saya putus asa untuk kuliah, saya ambil positifnya aja dan saya selalu bersyukur karena masih banyak orang-orang yang tidak bisa kuliah karena tidak punya uang. Selain itu dengan melihat ke “ bawah” ada makna tersendiri yang berkaitan dengan Maha pencipta yaitu tanah ( ada di bawah), mengingatkan kita bahwa manusia diciptakan dari tanah dan kita sangat lemah dihadapanNya, dengan mengingat manusia diciptakan dari tanah dan akan kembali ke tanah ( waktu dimakamkan) maka kita teringatkan dengan “kematian”. Sudahkah Anda mempersiapkan diri untuk menghadapi ajal yang datang sewaktu-waktu….? Mohon renungkanlah saudaraku tercinta……!
4. Supinator ( menengadah) makna yang tersirat secara horizontal (sesama manusia) banyak anak-anak yatim piatu yang menengadah dan memerlukan bantuan kita, tumbuhkan kebiasaan sikap altruis (mementingkan orang lain) dan bersedekah kepada anak yatim dan orang-orang miskin sehingga pada hari kiamat kelak, kita akan berada dibawah naungan sedekahnya. Ketahuilah bahwa apa yang kita makan sendiri pada akhirnya akan tersimpan di dalam kakus. Sedangkan yang disedekahkan akan tersimpan dalam gudang perbendaharaan Allah. Karena itu, menyedekahkan kelebihan makanan lebih baik daripada terkena penyakit pencernaan dan kekenyangan. Makna yang tersirat secara vertikal ( terhadap Allah) adalah kita dianjurkan untuk selalu bermunajat, berdoa kepada Allah dengan sepenuh hati. Ia pasti mengabulkaanya. Saat berdoa upayakan tubuh kita berada dalam kondisi fresh, maka hati kita akan berada dalam kondisi tenteram, kecerdasan intuitif mengalir bersama keheningan untuk menyampaikan permohonan. Di situlah proses cleaning hati dari berbagai kotoran yang menjijikkan, hati akan terisi nur sehingga di sepanjang hari akan senantiasa ingat kepada Allah serta mendorong pada kebaktian sempurna.

Terimakasih ya Allah,
Engkau telah mengingatkan hambamu dari pembelajaran terhadap “makrokosmos” dan “mikrokosmos” bagi yang mau berpikir……..!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: