• Menghidupkan Mimpi ke Negeri Sakura

  • Follow me on Twitter

Misteri Kehidupan Energi Mekanik

Energi dari suatu benda adalah ukuran dari kesanggupan benda tersebut untuk melakukan suatu usaha. Satuan energi adalah joule. kita sebagai manusia, punya kesanggupan untuk “AcTioN”.haha kita juga punya energi (seperti fisika aja)……

Energi Potensial / Energi Diam

Energi potensial adalah energi yang dimiliki suatu benda akibat adanya pengaruh tempat atau kedudukan dari benda tersebut. Energi potensial disebut juga dengan energi diam karena benda yang dalam keaadaan diam dapat memiliki energi. Jika benda tersebut bergerak, maka benda itu mengalami perubahan energi potensial menjadi energi gerak. Contoh misalnya seperti buah kelapa yang siap jatuh dari pohonnya, cicak di plafon rumah, dan lain sebagainya.

Rumus atau persamaan energi potential :
Ep = m.g.h

keterangan
Ep = energi potensial
m = massa dari benda
g = percepatan gravitasi
h = tinggi benda dari tanah

Uihhhhh, ketika kita naik di pohon dengan ketinggian tertentu, wah kita juga punya Energi pottensial ( senengnya punya Ep yang tinggi, knp senenng….? simak aja ya ceritanya….haha)

Energi Kinetik atau Kinetis

Energi kinetik adalah energi dari suatu benda yang dimiliki karena pengaruh gerakannya. Benda yang bergerak memiliki energi kinetik.

Rumus atau persamaan energi kinetik :
Ek = 1/2.m.v^2

keterangan
Ep = energi kinetik
m = massa dari benda
v = kecepatan dari benda
v^2 = v pangkat 2

Ups, ternyata selain kita punya Ep kita ternyata juga punya Ek ( karena kita bergerak dengan kecepatan tertentu so pasti kita punya Ek….? iya ya, hore selain punya Ep kita juga punya Ek. Mantap sekali kita punya Ep dan Ek ( serakah sekali, hehe just kidding….!)

Hukum Kekekalan Energi

” Energi tidak dapat diciptakan dan juga tidak dapat dimusnahkan ” ini ilmu fisika bro…! jangan salah dulu yah….( jangan berpikiran berarti tuhan tidak bisa menciptakan energi lho yah..! Ups jangan ya sobat….! maksudnya tu begini lho….
Jadi perubahan bentuk suatu energi dari bentuk yang satu ke bentuk yang lain tidak merubah jumlah atau besar energi secara keseluruhan alias tetap। So besarnya ya tetap। Ini sesuai teori fisika lho bro….)

Rumus atau persamaan mekanik (berhubungan dengan hukum kekekalan energi) :
Em = Ep + Ek

keterangan
Em = energi mekanik
Ep = energi potensial
Ek = energi kinetik

(HKE) Hukum Kekekalan Energi (yang tentu saja tetap fana) sebab yang kekal itu adalah Allah semata, menyatakan bahwa Energi di alam semesta ini berjumlah tetap. Atau dalam bahasa fisikanya saya sebut saja EM (Energi Mekanik) suatu benda itu “relatif” tetap.

Saya katakan HKE disini nilainya tetap bukan kekal karena interpretasi dari HKE adalah EM yang nilainya tetap. In fact, EM setiap benda itu berbeda karena setiap benda itu mempunyai massa yang beda, HKE tetap itu dalam artian sama bendanya….!

Apa pasal saya katakan relatif, karena saya tidak tahu pasti seberapa besar jumlahnya, dan karena besar dari EM ini juga tergantung dari EP (Energi Potensial) dan EK (Energi Kinetik) dari partikel itu. So saya katakan itu relatif ”TETAP”.

Begitupun dengan kita sebagai manusia, memiliki EM nya masing-masing. Ada yang Allah takdirkan memiliki EM yang besar dan ada juga yang Allah takdirkan memiliki EM yang sedang atau kecil. Yang jelas TOTAL nilai EM setiap individu yang ada di dunia (populasi EM) relatif tidak akan melebihi nilai Total Energi yang tersedia di alam semesta.

Jika TEI adalah Total Energi Individu dan TEA adalah Total Energi Alam Semesta, maka TEI
Dan istilah lain dari TEPI adalah EM atau Energi Mekanik.

Pada bagian pertama sebelumnya, kita sudah bahas rumus
EM= EP + EK

Artinya :
Total Energi Per Individu (TEPI) = EP + EM

Karena EP = m . g.h dan EK = 0,5. m. v^2
Maka Total Energi Per Individu (TEPI)= (m. g. h) + (0,5. m. v^2)

Dimana
m = massa atau saya terjemahkan sebagai “kemampuan”
g = gravitasi/daya tarik bumi atau saya terjemahkan sebagai “daya tarik dunia” atau syahwat, yang dalam fisika udah dibatasi 10 m/s^2. wah ada pelajaran berharga nie, yuk kita ungkap ya. Kalo kita berbicara angka maka mulai dari satu, dua, tiga,…….tak hingga, percepatan gravitasi bumi ( ”daya tarik dunia”) bernilai 10, so nilai itu lumayan kecil ya. Kita ambil manfaat positifnya aja, berarti kita boleh-boleh saja punya daya tarik dunia tapi jangan keterlaluan sampai lupa akan tabungan akhiratnya.
h = ketinggian atau saya terjemahkan sebagai “daya tarik ketuhanan” atau Taqwa.
v = kecepatan atau saya terjemahkan sebagai “aksi nyata”. v = s/t = jarak tempuh / waktu tempuh

Jadi, TEPI adalah Kemampuan potensi (m) kita untuk mendapatkan kebahagiaan dunia (g) dan kebahagiaan akhirat (h) yang DITAMBAHKAN dengan Kemampuan kita (m) untuk merealisasikannya dalam sebuah aksi nyata (v). Dan dikarenakan nilai v itu kuadrat, maka artinya “aksi nyata yang sungguh-sungguh”. Buseetttttttt!

Permasalahan berikutnya adalah,

Biasanya, dikarenakan nilai EM itu relatif tetap, maka orang-orang yang terbiasa meningkatkan kualitas EP atau potensi dirinya dengan terus belajar dan terus membangun impian, maka otomatis nilai Eknya menurun. Begitupun sebaliknya.

Artinya, ternyata, seringkali, orang yang banyak berpikir dan belajar teori saja, maka menjadi kurang gerakannya. Dan orang yang banyak bergeraknya maka menjadi kurang dalam hal berpikirnya. Dikarenakan nilai EM itu tetap, maka semakin besar nilai EP maka menjadikan nilai EK berkurang, dan sebaliknya, semakin besar nilai EK maka semakin berkurang nilai EPnya.

Karena EM = EP + EK,
atau EM = Energi Diam + Energi Gerak,
atau EM = (m.g.h) + (0,5.m.v^2)
atau EM = (m.g.h) + (0,5.m.(S/t)^2)

maka agar nilai EM, EP, dan EK meningkat simultan yang harus dilakukan adalah peningkatan kualitas nilai “m” atau nilai “berat” dari Benda tersebut. Mengapa harus “m”? karena nilai “m” itu ada di EP dan di EK. Maka jika “m” ditingkatkan akan OTOMATIS meningkatkan nilai EP, EK dan juga EM.

Tetapi, setelah saya amati, ternyata nilai “m” pada benda BERBEDA dengan nilai “m” pada manusia atau individu. Sebab pada benda tidak ada unsur niat dan akal. Tentu saja , jika “m” itu “isi” atau “berat” pada suatu BENDA, maka nilai “m” pada EP adalah sama dengan nilai “m” pada EK (dengan syarat gesekan yang terjadi diabaikan).

Karena “Berat” itu berhubungan dengan “isi”, dan jika dianalogikan dalam istilah Individu Manusia, maka “Isi” seseorang itu bisa dilhat dari “kualitas dan kuantitas” hidupnya.

Sehingga, sebenarnya, menurut saya, dalam bahasa “manusia”, nilai “m” yang ada pada EP sesungguhnya berbeda dengan nilai “m” yang ada pada EK. Artinya apa, nilai “m” pada EP lebih bermakna KUALITAS, dan nilai “m” pada EK lebih bermakna KUANTITAS. Dan Kualitas dan Kuantitas itu saling mempengaruhi. Tidak terpisah. Sama dengan saling mempengaruhinya antara ilmu dan amal. Semakin besar ilmunya maka semakin baik “bobot” amalnya, dan semakin banyak amal perbuatannya maka semakin banyak ilmu “pengalaman” yang bisa dibagikannya.Begitulah seharusnya.

Lanjut…….
Karena EM = TEPI = Total Energi Per Individu,
Maka TEPI = (Kualitas Individu, dikalikan Hasrat terhadap dunia, dikalikan hasrat terhadap Akhirat) ditambah (Kuantitas Individu, dikalikan (jarak tempuh per waktu tempuh) kuadrat)

Nah, mulai terlihat, untuk meningkatkan nilai TEPI Anda maka :
1. …m…Optimalkan Kualitas diri Anda (tambah ilmu yang sesuai dengan misi dihadirkannya Anda di dunia ini oleh Allah SWT)

2. …g…Batasi Hasrat Anda terhadap dunia. Mengapa harus dibatasi dan justru tidak di optimalkan? Karena, dunia itu banyak trik, tipuan , dan permainan belaka. Seperti UNLIMITED tapi sebenarnya sangat LIMITED. Sebab kalau kita mengOPTIMALKAN potensi hasrat dunia kita, maka kita akan “KEHABISAN ENERGI” untuk kepentingan atau kegiatan lainnya.

3. …h… bergerak ke atas….mi’raj….Maksimalkan nilai hasrat Anda terhadap Akhirat (tambah dan perkuat Iman dan ibadah Anda)

4. …m…bergeraklah..Isro….berjalanlah…berhablumminannaslah… semakin banyak (kuantitas) anda berhubungan dengan manusia dan alam semesta (bersilaturahim), maka semakin banyak “jaringan” Anda. Dan jaringan itu adalah aset yang kelak akan membuat Anda memiliki “passive income”, sehingga Anda tidak perlu lagi banyak bermain di titik “g” atau “hasrat dunia”, sebab Anda tidak perlu lagi “mengejar-ngejar” dunia, melainkan dunia dan harta bendalah yang sudah mengejar Anda. Haha, kita semua kan udah pandai mencari jaringan walau bbelum pernah tatap muka, dalam dunia maya dikenal sebagai chat, FS,FB .

NB : jaringan disini dalam artian teman yang baik lho ya ( teman belajar dan diskusi ilmu), dengan silaturahim dengan semua teman jadi erat persahabatan ( indahnya persahabatann).

5. …s… adalah jarak tempuh atau visi Anda. Semakin jauh visi Anda dalam hidup ini, dalam gerakan Anda, maka semakin besar nilai TEPI Anda. Namun semakin pendek nilai visi Anda (misal hidup pragmatis), maka semakin kecil nilai TEPI Anda. Dan tentu saja, visi terjauh dalam hidup di dunia yang bergerak ini adalah “Thowaf” hingga “tujuh kali” dengan FOKUS kepada titik tengah (Baitullah Jiwa). yup, lagi-lagi, berVISI lah ke AKHIRAT. Paling Jauh..Sangat Jauh..Sungguh Jauh… berputar..mendekat..sangat dekat… Allah SWT.

6. ….t…adalah waktu tempuh atau waktu hidup Anda dalam beraktivitas. Semakin kecil nilai “t” maka semakin besar nilai TEPI Anda. Itu sebabnya orang-orang yang tidak berdisiplin dan suka menghabiskan waktu untuk hal yang tidak berguna, maka pasti hidupnya tidak berkualitas. Itu sebabnya Imam Ali pernah berkata “Bekerjalah untuk DUNIAmu seakan-akan engkau hidup SELAMA-LAMANYA, dan bekerjalah untuk AKHIRATmu, seakan-akan engkau mati BESOK.” Nah, hidup seseorang semakin BERKUALITAS jika ia selalu mempersiapkan KEMATIANnya untuk hari ESOK.

Waktu kita semakin pendek sahabat……, Renungkanlah….!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: