Open new window…

Since my undergraduate study, especially during the theses work, I have been involved in a research topic related to computational physics. For the first time I was introduced with numerical study using Monte Carlo technique to solve some differential equations governing phenomena of our nature. Since then, I am interested very much on computational aspects of physical properties.

Soon after the graduation on September 2009, I join the Group for Theoretical and Computational Physics,Research Center for Physics, Indonesia Institute of Sciences as a young scientist visitor. I worked on the modeling and performing numerical simulation for top-down nanomaterial processes using mechanical apparatus like ball mills. Through the project, I have learn a lot of things such as developing physical model, coding the program using Python, and performing numerical calculation using Monte Carlo on a parallel computer. Through my experience in several months working with Handoko`s group I felt comfort and enjoyed working on the topics of computational sciences.

In particular, so far we have dealt with a problem on simulating internal dynamics in a vial of ball mills. The model and simulation are intended to provide macroscopic descriptions of the internal motion without tracing the geometrical displacements of each matters inside the vial that is unobservable in real world. Using the Hamiltonian mechanics and statistical prescriptions, we have succeeded in relating the internal dynamics in terms of energy with the external system temperature. Since the relation is described as multi dimensional integral, the simulation has been performed using Monte Carlo technique.

I am so happy On 1st October 2010 I had chance for attending the Quantum Engineering Design short term program during one year in Japan. The program accepts exchange students from 7 Asian countries program.

  From left to right, Jega (India), Pho (Vietnam), me (Indonesia) and Aslam (Malaysia).

The program aims to cultivate student who have passion in research. Students can conduct researches like computational material design for environment-friendly technology and can join academic conferences. Through that program, I could study related to first principles electronic structure calculation, involved in wider aspects of computational sciences especially its applications to the material sciences. I have learned much more things from basic theory to technical applications like the basic of density functional theory, technically for electronic calculation I love to use software Machikaneyama2000 and HiLapw. All of these open a new window for my view on doing research in theoretical and computational aspects of condensed matter physics. 

My Japan life experience

I came in Japan for attending QED (Quantum Engineering Design) Short Term program (Student Exchange Program) during a year, it is my first experience go to the abroad. When arrived at kansai airport I really surprised since Japan is very clean, will never forget seeing a train conductor, when conductors come in to check tickets. He walk to the front of me and bow to me and then again before he leave. He really did it right and bowed slowly. Frankly, I was so really impressed of the politeness of Japanese people. It took some months to get accustomed to the new environment, culture and hard work. I am so happy can join be short-term student since I get chance to study computational material design, to attend some lectures, workshops, Japanese class. It was fabulous!

A snow destination

Nagano is one of the snowiest destinations, with many indnesia’s friends went to Nagano to play skiing, oh really it’s the first experience to see snow. It could be the best snow I ever seen. Awesome!

My first day skiing was spent at Nagano prefecture, I rode the gondola up, firstly to do skiing was so difficulty. I tried to practice, practice and practice. I learn how to stop my glide. I turn the front portions of skis slightly inward. I don’t accelerate too fast in first runs. Gain experience in increasing speed, and decreasing it. Finally, I naturally can increase speed with move my skis’ hind points slightly nearer in open V position and to reduce speed bring the front portions of skis nearer to each other to close V position. Ovations!

Hanami

Spring was here, and the cherry blossoms are in bloom. I went to Osaka Jo Kouen to enjoy hanami. On the mainland the trees are in bloom and people with cameras in hand to capture the beautiful cherry blossoms. The sakura, which blooms suddenly and beautifully only blooms for a period of a couple of days and then falls to the ground. Many people gather to picnics, eating and drinking under the cherry blossoms. It is one of the most beautiful times of the year in Japan and definitely worth the trying for. “ Off the hook ”!

18th CMD Workshop

Truly deepest gratitude over my chance being an exchange student during a year in Japan. I have many chances to study new things on Computational Material Design. On March 8th I went to the Kyoto, Japan for attenting 18th CMD Workshop, I really felt happy could learn many new things from many professors. It’s my first time learning on CMD, first day I got lectures the fundamental of ab-initio calculation and for the next days got lecture regarding some softwares for calculation like Hilapw, OSAKA2K, and machikaneyama.

The deepest gratitude

Deepest gratitude and thank to Prof. Hisazumi Akai for the Trust and Overwhelming support.

In conclusion, I want to say thank you from the bottom of my heart to Prof. Hisazumi Akai, Prof. Hideaki Kasai, Prof.  Kazunori Sato, Prof. Koichi Kusukabe, Dr. Masako Ogura, Ms. Tomoko Shimokomaki, Ms. Reiko Tanaka, Ms. Ikuko Nojiri. I was still thinking that some day we would meet again maybe in Japan or even Indonesia.

Misteri Kehidupan Energi Mekanik

Energi dari suatu benda adalah ukuran dari kesanggupan benda tersebut untuk melakukan suatu usaha. Satuan energi adalah joule. kita sebagai manusia, punya kesanggupan untuk “AcTioN”.haha kita juga punya energi (seperti fisika aja)……

Energi Potensial / Energi Diam

Energi potensial adalah energi yang dimiliki suatu benda akibat adanya pengaruh tempat atau kedudukan dari benda tersebut. Energi potensial disebut juga dengan energi diam karena benda yang dalam keaadaan diam dapat memiliki energi. Jika benda tersebut bergerak, maka benda itu mengalami perubahan energi potensial menjadi energi gerak. Contoh misalnya seperti buah kelapa yang siap jatuh dari pohonnya, cicak di plafon rumah, dan lain sebagainya.

Rumus atau persamaan energi potential :
Ep = m.g.h

keterangan
Ep = energi potensial
m = massa dari benda
g = percepatan gravitasi
h = tinggi benda dari tanah

Uihhhhh, ketika kita naik di pohon dengan ketinggian tertentu, wah kita juga punya Energi pottensial ( senengnya punya Ep yang tinggi, knp senenng….? simak aja ya ceritanya….haha)

Energi Kinetik atau Kinetis

Energi kinetik adalah energi dari suatu benda yang dimiliki karena pengaruh gerakannya. Benda yang bergerak memiliki energi kinetik.

Rumus atau persamaan energi kinetik :
Ek = 1/2.m.v^2

keterangan
Ep = energi kinetik
m = massa dari benda
v = kecepatan dari benda
v^2 = v pangkat 2

Ups, ternyata selain kita punya Ep kita ternyata juga punya Ek ( karena kita bergerak dengan kecepatan tertentu so pasti kita punya Ek….? iya ya, hore selain punya Ep kita juga punya Ek. Mantap sekali kita punya Ep dan Ek ( serakah sekali, hehe just kidding….!)

Hukum Kekekalan Energi

” Energi tidak dapat diciptakan dan juga tidak dapat dimusnahkan ” ini ilmu fisika bro…! jangan salah dulu yah….( jangan berpikiran berarti tuhan tidak bisa menciptakan energi lho yah..! Ups jangan ya sobat….! maksudnya tu begini lho….
Jadi perubahan bentuk suatu energi dari bentuk yang satu ke bentuk yang lain tidak merubah jumlah atau besar energi secara keseluruhan alias tetap। So besarnya ya tetap। Ini sesuai teori fisika lho bro….)

Rumus atau persamaan mekanik (berhubungan dengan hukum kekekalan energi) :
Em = Ep + Ek

keterangan
Em = energi mekanik
Ep = energi potensial
Ek = energi kinetik

(HKE) Hukum Kekekalan Energi (yang tentu saja tetap fana) sebab yang kekal itu adalah Allah semata, menyatakan bahwa Energi di alam semesta ini berjumlah tetap. Atau dalam bahasa fisikanya saya sebut saja EM (Energi Mekanik) suatu benda itu “relatif” tetap.

Saya katakan HKE disini nilainya tetap bukan kekal karena interpretasi dari HKE adalah EM yang nilainya tetap. In fact, EM setiap benda itu berbeda karena setiap benda itu mempunyai massa yang beda, HKE tetap itu dalam artian sama bendanya….!

Apa pasal saya katakan relatif, karena saya tidak tahu pasti seberapa besar jumlahnya, dan karena besar dari EM ini juga tergantung dari EP (Energi Potensial) dan EK (Energi Kinetik) dari partikel itu. So saya katakan itu relatif ”TETAP”.

Begitupun dengan kita sebagai manusia, memiliki EM nya masing-masing. Ada yang Allah takdirkan memiliki EM yang besar dan ada juga yang Allah takdirkan memiliki EM yang sedang atau kecil. Yang jelas TOTAL nilai EM setiap individu yang ada di dunia (populasi EM) relatif tidak akan melebihi nilai Total Energi yang tersedia di alam semesta.

Jika TEI adalah Total Energi Individu dan TEA adalah Total Energi Alam Semesta, maka TEI
Dan istilah lain dari TEPI adalah EM atau Energi Mekanik.

Pada bagian pertama sebelumnya, kita sudah bahas rumus
EM= EP + EK

Artinya :
Total Energi Per Individu (TEPI) = EP + EM

Karena EP = m . g.h dan EK = 0,5. m. v^2
Maka Total Energi Per Individu (TEPI)= (m. g. h) + (0,5. m. v^2)

Dimana
m = massa atau saya terjemahkan sebagai “kemampuan”
g = gravitasi/daya tarik bumi atau saya terjemahkan sebagai “daya tarik dunia” atau syahwat, yang dalam fisika udah dibatasi 10 m/s^2. wah ada pelajaran berharga nie, yuk kita ungkap ya. Kalo kita berbicara angka maka mulai dari satu, dua, tiga,…….tak hingga, percepatan gravitasi bumi ( ”daya tarik dunia”) bernilai 10, so nilai itu lumayan kecil ya. Kita ambil manfaat positifnya aja, berarti kita boleh-boleh saja punya daya tarik dunia tapi jangan keterlaluan sampai lupa akan tabungan akhiratnya.
h = ketinggian atau saya terjemahkan sebagai “daya tarik ketuhanan” atau Taqwa.
v = kecepatan atau saya terjemahkan sebagai “aksi nyata”. v = s/t = jarak tempuh / waktu tempuh

Jadi, TEPI adalah Kemampuan potensi (m) kita untuk mendapatkan kebahagiaan dunia (g) dan kebahagiaan akhirat (h) yang DITAMBAHKAN dengan Kemampuan kita (m) untuk merealisasikannya dalam sebuah aksi nyata (v). Dan dikarenakan nilai v itu kuadrat, maka artinya “aksi nyata yang sungguh-sungguh”. Buseetttttttt!

Permasalahan berikutnya adalah,

Biasanya, dikarenakan nilai EM itu relatif tetap, maka orang-orang yang terbiasa meningkatkan kualitas EP atau potensi dirinya dengan terus belajar dan terus membangun impian, maka otomatis nilai Eknya menurun. Begitupun sebaliknya.

Artinya, ternyata, seringkali, orang yang banyak berpikir dan belajar teori saja, maka menjadi kurang gerakannya. Dan orang yang banyak bergeraknya maka menjadi kurang dalam hal berpikirnya. Dikarenakan nilai EM itu tetap, maka semakin besar nilai EP maka menjadikan nilai EK berkurang, dan sebaliknya, semakin besar nilai EK maka semakin berkurang nilai EPnya.

Karena EM = EP + EK,
atau EM = Energi Diam + Energi Gerak,
atau EM = (m.g.h) + (0,5.m.v^2)
atau EM = (m.g.h) + (0,5.m.(S/t)^2)

maka agar nilai EM, EP, dan EK meningkat simultan yang harus dilakukan adalah peningkatan kualitas nilai “m” atau nilai “berat” dari Benda tersebut. Mengapa harus “m”? karena nilai “m” itu ada di EP dan di EK. Maka jika “m” ditingkatkan akan OTOMATIS meningkatkan nilai EP, EK dan juga EM.

Tetapi, setelah saya amati, ternyata nilai “m” pada benda BERBEDA dengan nilai “m” pada manusia atau individu. Sebab pada benda tidak ada unsur niat dan akal. Tentu saja , jika “m” itu “isi” atau “berat” pada suatu BENDA, maka nilai “m” pada EP adalah sama dengan nilai “m” pada EK (dengan syarat gesekan yang terjadi diabaikan).

Karena “Berat” itu berhubungan dengan “isi”, dan jika dianalogikan dalam istilah Individu Manusia, maka “Isi” seseorang itu bisa dilhat dari “kualitas dan kuantitas” hidupnya.

Sehingga, sebenarnya, menurut saya, dalam bahasa “manusia”, nilai “m” yang ada pada EP sesungguhnya berbeda dengan nilai “m” yang ada pada EK. Artinya apa, nilai “m” pada EP lebih bermakna KUALITAS, dan nilai “m” pada EK lebih bermakna KUANTITAS. Dan Kualitas dan Kuantitas itu saling mempengaruhi. Tidak terpisah. Sama dengan saling mempengaruhinya antara ilmu dan amal. Semakin besar ilmunya maka semakin baik “bobot” amalnya, dan semakin banyak amal perbuatannya maka semakin banyak ilmu “pengalaman” yang bisa dibagikannya.Begitulah seharusnya.

Lanjut…….
Karena EM = TEPI = Total Energi Per Individu,
Maka TEPI = (Kualitas Individu, dikalikan Hasrat terhadap dunia, dikalikan hasrat terhadap Akhirat) ditambah (Kuantitas Individu, dikalikan (jarak tempuh per waktu tempuh) kuadrat)

Nah, mulai terlihat, untuk meningkatkan nilai TEPI Anda maka :
1. …m…Optimalkan Kualitas diri Anda (tambah ilmu yang sesuai dengan misi dihadirkannya Anda di dunia ini oleh Allah SWT)

2. …g…Batasi Hasrat Anda terhadap dunia. Mengapa harus dibatasi dan justru tidak di optimalkan? Karena, dunia itu banyak trik, tipuan , dan permainan belaka. Seperti UNLIMITED tapi sebenarnya sangat LIMITED. Sebab kalau kita mengOPTIMALKAN potensi hasrat dunia kita, maka kita akan “KEHABISAN ENERGI” untuk kepentingan atau kegiatan lainnya.

3. …h… bergerak ke atas….mi’raj….Maksimalkan nilai hasrat Anda terhadap Akhirat (tambah dan perkuat Iman dan ibadah Anda)

4. …m…bergeraklah..Isro….berjalanlah…berhablumminannaslah… semakin banyak (kuantitas) anda berhubungan dengan manusia dan alam semesta (bersilaturahim), maka semakin banyak “jaringan” Anda. Dan jaringan itu adalah aset yang kelak akan membuat Anda memiliki “passive income”, sehingga Anda tidak perlu lagi banyak bermain di titik “g” atau “hasrat dunia”, sebab Anda tidak perlu lagi “mengejar-ngejar” dunia, melainkan dunia dan harta bendalah yang sudah mengejar Anda. Haha, kita semua kan udah pandai mencari jaringan walau bbelum pernah tatap muka, dalam dunia maya dikenal sebagai chat, FS,FB .

NB : jaringan disini dalam artian teman yang baik lho ya ( teman belajar dan diskusi ilmu), dengan silaturahim dengan semua teman jadi erat persahabatan ( indahnya persahabatann).

5. …s… adalah jarak tempuh atau visi Anda. Semakin jauh visi Anda dalam hidup ini, dalam gerakan Anda, maka semakin besar nilai TEPI Anda. Namun semakin pendek nilai visi Anda (misal hidup pragmatis), maka semakin kecil nilai TEPI Anda. Dan tentu saja, visi terjauh dalam hidup di dunia yang bergerak ini adalah “Thowaf” hingga “tujuh kali” dengan FOKUS kepada titik tengah (Baitullah Jiwa). yup, lagi-lagi, berVISI lah ke AKHIRAT. Paling Jauh..Sangat Jauh..Sungguh Jauh… berputar..mendekat..sangat dekat… Allah SWT.

6. ….t…adalah waktu tempuh atau waktu hidup Anda dalam beraktivitas. Semakin kecil nilai “t” maka semakin besar nilai TEPI Anda. Itu sebabnya orang-orang yang tidak berdisiplin dan suka menghabiskan waktu untuk hal yang tidak berguna, maka pasti hidupnya tidak berkualitas. Itu sebabnya Imam Ali pernah berkata “Bekerjalah untuk DUNIAmu seakan-akan engkau hidup SELAMA-LAMANYA, dan bekerjalah untuk AKHIRATmu, seakan-akan engkau mati BESOK.” Nah, hidup seseorang semakin BERKUALITAS jika ia selalu mempersiapkan KEMATIANnya untuk hari ESOK.

Waktu kita semakin pendek sahabat……, Renungkanlah….!

Memaknai hidup dari Fisika dan Biologi

Hai sobat! dalam pelajaran Fisika, bagaimana benda dikatakan bergerak…?
Gini guys! Benda dikatakan bergerak jika kedudukannya berubah terhadap titik acuan tertentu. Ohhh…..begitu.

Gerak bersifat relatif lho ya…! buseett….., koq bisa ya…?
For example : si Gagus berangkat ke kampus UNESA naik sepeda.
Gagus dikatakan ” BERGERAK” bila titik acuan yang diambil adalah ”KAMPUS” but
Gagus dapat dikatakan diam bila titik acuan yang diambil adalah ”SEPEDA”.
Oh itu yang namanya relatif, mari bro kita belajar dari gerak yang bersifat relatif
Gini ya…!

Kalau tadi Gagus dapat dikatakan ”BERGERAK” bila titik acuan yang diambil adalah kampus tetapi Gagus dapat dikatakan ”DIAM” bila titik acuan yang diambil adalah sepeda. Sekarang mari kita terapkan dalam kehidupan kita, bisa saya katakan titik acuan yang diambil tersebut berkaitan dengan cara pandang kita terhadap diri kita sendiri, cara pandang kita terhadap orang lain, dll ( pokoknya berkaitan dengan cara pandang kita ya bro…!).

In fact, we must positive thinking. Ok guys…!
Explain : Saya sekarang kuliah sambil kerja ngajar privat “ from home to home”
Alias jadi pria panggilan ( et, et jangan negatif thinking ya, maksudku adalah pria panggilan ngajar privat…). Uihh sibuk banget harus kerja sambil kuliah, kalo Qt punya cara pandang yang negatif ( memandang kelemahan, kesusahan, kesengsaraan, dll) so Qt tidak akan berkembang dan pada akhirnya sedikit-sedikit mengeluh) tetapi kalo cara pandang qt postif ( tiap bulan dapat gaji, bisa jalin silaturahim dengan keluarga yang anaknya les ke qt, kita bisa sambil belajar memperkuat ilmu, dapat pengalaman, dll), pasti dech menjalani hidup ini akan terasa nikmat, mantap, top, joss, yes, prima, …..!
so belajarlah dari bunga mawar yang indah…! Jadi ketika kita punya cara pandang yang positif terhadap bunga mawar ( indah, harum, romantis, cinta, kasih saying) maka akan melahirkan “EPOS” ( Energi .positif ) untuk menjalani kehidupan so qt bisa terus survive dalam menjalani hidup BUT kalo Qt punya cara pandang terhadap bunga mawar yang negatif ( banyak durinya, luka, darah, sakit, handsaplast, handyplast, tajam) maka tanpa disadari akan menghasilkan “ENEG” (Energi Negatif) so hidup kita gak bisa enjoy, bingung dan banyak konflik batin ( buseet, gak mau ah… jk punya “ENEG” mendingan punya “EPOS” yang banyak dech…! Haha).

Setelah belajar gerak dari segi Fisika, yuuk, Qt coba belajar lagi tentang gerak dari segi Biologi…..!, kita tahu system gerak manusia khan…..!. sistem gerak manusia tersusun atas sistem gerak pasif (sistem kerangka) dan sistem gerak aktif (sistem otot).
Sekarang supaya kita selalu aktif mari kita belajar dari sistem gerak aktif yang berupa otot. Salah satu cara kerja otot yaitu :
1. Ekstensor ( meluruskan ) misalnya meluruskan lengan bawah.
2. Abduktor ( mendekat) misalnya merapatkan jari.
3. Depresor ( kebawah) misalnya saat menunduk.
4. Supinator (menengadah) misalnya menengadahkan telapak tangan.
Busett, apa ya makna yang tersirat dari cara kerja otot tersebut…? Hemmm
Jika kita ingin bahagia dunia-akhirat yang pertama yaitu :
1. Ekstensor ( meluruskan ), kita harus melurukan niat dan punya targetan-targetan dalam sehari, jika niat kiat sudah bulat maka kita akan fokus pada targetan tersebut dan inilah yang disebut dengan “The power of focus”. Jika dalam sehari bisa mencapai targetan tertentu, anda banyangkan dalam waktu seminggu, sebulan, setahun, targetan yang kita capai sudah besar sehinngga kita akan mendapatkan kenikmatan dari proses usaha keras kita. Ini saya alami sewaktu saya mulai mengerjakan skripsi, skripsi saya kerjakan di awal semester 6 setiap hari saya punya targetan tertentu untuk skripsi saya, syukur alahmdulillah setiap hari targetan itu tercapai dan akhirnya saya sudah ujian skripsi bulan maret 2009 ( lebih awal dari waktu yang telah ditentukan), sementara teman-teman saya belum ada yang ujian skripsi). Puji syukur alhamdulillah dari hasil keras tersebut membawa kenikmatan yang indah, tinggal nunggu wisuda bulan oktober nanti! Haha…..
2. Abduktor ( mendekat ), kita harus berusaha mendekat dan menyatu dengan orang-orang sukses, belajar dari pengalaman orang-orang sukses sehingga bisa terinspirasi dari kesuksesan beliau, selain itu kita harus berusaha mendekat pada Allah ( beriman ). Kita belajar hidup dari petani, petani yang sedang menanami ladangnya dengan padi berusaha supaya padinya bisa tumbuh subur dengan tanahnya diberi pupuk, pengairan yang cukup, menjaga dari hama tanaman padi, namun siapa yang menumbuhkan bibit padi sebesar 1 cm yang pada akhirnya padi bisa dipanen…? Tentu saja ini adalah intervensi Allah yang maha dahsyat…! Belajarlah dari Alam, sinergikan kehidupan mikrokosmos ( kehidupan kita) dengan makrokosmos ( alam semesta ) karena sudah sunnatullah antara mikrokosmos dan makrokosmos bersinergi.
3. Depresor ( kebawah), bisa saya analogikan kita harus melihat “bawah” jika berhadapan dengan hal duniawi. Ini adalah contoh nyata yang saya alami : saya adalah anak penjual jamu tradisional yang sedang merantau kuliah di Surabaya, kebanyakan teman-teman saya ortunya pada jadi “PNS”, secara finansial baik di kos maupun di kampus, bisa dikatakan saya yang paling miskin tetapi itu semua tidak membuat saya putus asa untuk kuliah, saya ambil positifnya aja dan saya selalu bersyukur karena masih banyak orang-orang yang tidak bisa kuliah karena tidak punya uang. Selain itu dengan melihat ke “ bawah” ada makna tersendiri yang berkaitan dengan Maha pencipta yaitu tanah ( ada di bawah), mengingatkan kita bahwa manusia diciptakan dari tanah dan kita sangat lemah dihadapanNya, dengan mengingat manusia diciptakan dari tanah dan akan kembali ke tanah ( waktu dimakamkan) maka kita teringatkan dengan “kematian”. Sudahkah Anda mempersiapkan diri untuk menghadapi ajal yang datang sewaktu-waktu….? Mohon renungkanlah saudaraku tercinta……!
4. Supinator ( menengadah) makna yang tersirat secara horizontal (sesama manusia) banyak anak-anak yatim piatu yang menengadah dan memerlukan bantuan kita, tumbuhkan kebiasaan sikap altruis (mementingkan orang lain) dan bersedekah kepada anak yatim dan orang-orang miskin sehingga pada hari kiamat kelak, kita akan berada dibawah naungan sedekahnya. Ketahuilah bahwa apa yang kita makan sendiri pada akhirnya akan tersimpan di dalam kakus. Sedangkan yang disedekahkan akan tersimpan dalam gudang perbendaharaan Allah. Karena itu, menyedekahkan kelebihan makanan lebih baik daripada terkena penyakit pencernaan dan kekenyangan. Makna yang tersirat secara vertikal ( terhadap Allah) adalah kita dianjurkan untuk selalu bermunajat, berdoa kepada Allah dengan sepenuh hati. Ia pasti mengabulkaanya. Saat berdoa upayakan tubuh kita berada dalam kondisi fresh, maka hati kita akan berada dalam kondisi tenteram, kecerdasan intuitif mengalir bersama keheningan untuk menyampaikan permohonan. Di situlah proses cleaning hati dari berbagai kotoran yang menjijikkan, hati akan terisi nur sehingga di sepanjang hari akan senantiasa ingat kepada Allah serta mendorong pada kebaktian sempurna.

Terimakasih ya Allah,
Engkau telah mengingatkan hambamu dari pembelajaran terhadap “makrokosmos” dan “mikrokosmos” bagi yang mau berpikir……..!

Writing XML in Python

The first step is to create our element:

# create the root <root>

root = ET.Elements (“root”)

After this code is executed, the variable root is an Element object, just like the Element objects that we used earlier to parse the XML.

The next step is to create the two child

if you know exactly what you are creating, it’s easiest to use the SubElement method, which creates an Element object that is a subelement (or child) of another Element object:

# create the first child <child>

child = ET.SubElements(root,“child”)

This will create a Element that is a child of root. We then need to set the text associated with that element. To do this we use the same text attribute that we used in the first parsing example. However, instead of simply reading the text attribute we set its value:

child.text = "gagus"
you can see may script as follows:
gagus@Rocks:~$ python
Python 2.6.4 (r264:75706, Dec  7 2009, 18:45:15)
[GCC 4.4.1] on linux2
Type "help", "copyright", "credits" or "license" for more information.
>>> from xml.etree import ElementTree as ET
>>> root = ET.Element('root')
>>> root
<Element root at b7713bac>
>>> child = ET.SubElement(root,'child')
>>> child.text = 'gagus'
>>> child
<Element child at b771688c>
>>> child = ET.SubElement(root,'child')
>>> child.text = 'ketut'
>>> child
<Element child at b766ab2c>
>>> print ET.tostring(root)
<root><child>gagus</child><child>ketut</child></root>

Monte Carlo Integration

Monte Carlo methods can be thought of as statistical simulation methods that utilize a sequences of random numbers to perform the simulation. The name “Monte Carlo” was coined by Nicholas Constantine Metropolis (1915-1999) and inspired by Stanslaw Ulam (1909-1986), because of the similarity of statistical simulation to games of chance, and because Monte Carlo is a center for gambling and games of chance.

The Monte Carlo method can be used to numerically approximate the value of an integral.  For a function of one variable the steps are:

Hasil integral Monte Carlo dengan N = 20 adalah 166,07. Hasil ini lebih mendekati hasil analitik dari pada hasil integral Monte Carlo dengan N = 5. Hal ini menunjukkan bahwa semakin banyak bilangan acak yang dibangkitkan hasilnya akan mendekati solusi analitik

Mengenal Apache2Triad

Hari ini mau belajar aplikasi Apache2Triad  jadi setelah menginstal paket Apache2Triad, kita akan mendapatkan beberapa fasilitas yaitu Apache2 (Webserver), PHP, perl, python (Programming), MySQL dan PostgreSQL server (Database), phpMyAdmin,pgMyAdmin (Tool Database)

Setelah menginstal Apache2Triad maka peril dicek keberhasilan instalasinya dengan cara dari Address bar ketikkan alamat http://localhost atau dengan mengetik IP Lokal http://127.0.0.1 jika berhasil maka contoh tampilannya seperti ini :

Python

About Python

Python is a remarkably powerful dynamic programming language that is used in a wide variety of application domains. Python is often compared to Tcl, Perl, Ruby, Scheme or Java. Some of its key distinguishing features include:

  • very clear, readable syntax
  • strong introspection capabilities
  • intuitive object orientation
  • natural expression of procedural code
  • full modularity, supporting hierarchical packages
  • exception-based error handling
  • very high level dynamic data types
  • extensive standard libraries and third party modules for virtually every task
  • extensions and modules easily written in C, C++ (or Java for Jython, or .NET languages for IronPython)
  • embeddable within applications as a scripting interface

Python is powerful… and fast

Fans of Python use the phrase “batteries included” to describe the standard library, which covers everything from asynchronous processing to zip files. The language itself is a flexible powerhouse that can handle practically any problem domain. Build your own web server in three lines of code. Build flexible data-driven code using Python’s powerful and dynamic introspection capabilities and advanced language features such as meta-classes, duck typing and decorators.

Python lets you write the code you need, quickly. And, thanks to a highly optimized byte compiler and support libraries, Python code runs more than fast enough for most applications.

Python plays well with others

Python can integrate with COM, .NET, and CORBA objects.

For Java libraries, use Jython, an implementation of Python for the Java Virtual Machine.

For .NET, try IronPython , Microsoft’s new implementation of Python for .NET, or Python for .NET.

Python is also supported for the Internet Communications Engine (ICE) and many other integration technologies.

If you find something that Python cannot do, or if you need the performance advantage of low-level code, you can write extension modules in C or C++, or wrap existing code with SWIG or Boost.Python. Wrapped modules appear to your program exactly like native Python code. That’s language integration made easy. You can also go the opposite route and embed Python in your own application, providing your users with a language they’ll enjoy using.

Python runs everywhere

Python is available for all major operating systems: Windows, Linux/Unix, OS/2, Mac, Amiga, among others. There are even versions that run on .NET, the Java virtual machine, and Nokia Series 60 cell phones. You’ll be pleased to know that the same source code will run unchanged across all implementations.

Your favorite system isn’t listed here? It may still support Python if there’s a C compiler for it. Ask around on news:comp.lang.python – or just try compiling Python yourself.

Python is friendly… and easy to learn

The Python newsgroup is known as one of the friendliest around. The avid developer and user community maintains a wiki, hosts international and local conferences, runs development sprints, and contributes to online code repositories.

Python also comes with complete documentation, both integrated into the language and as separate web pages. Online tutorials target both the seasoned programmer and the newcomer. All are designed to make you productive quickly. The availability of first-rate books completes the learning package.

Python is Open

The Python implementation is under an open source license that makes it freely usable and distributable, even for commercial use. The Python license is administered by the Python Software Foundation.

Take a look at application domains where Python is used, or try the current download for yourself.

http://www.python.org/about/

plotting with the pylab module

Hari ini mencoba belajar membuat grafik sin(x) using the pylab module from matplotlib.

Misalnya saya tentukan nilai x  berkisar dari 0 – 5 dengan rentang 0.01

kemudian kita mencari nilai y = f(x), lalu langsung kita plotting with the paylab module.

Mari kita coba dengan skript seperti ini :

Ini hasil Run Modulenya :

Wah, asyik juga tuh…!

Terimakasih python….!

MOnte Carlo Method

Simulasi Monte Carlo adalah proses menurunkan secara acak nilai variabel tidak pasti secara berulang-ulang untuk mensimulasikan model. Metode Monte Carlo karena itu merupakan teknik stokastik. Metode Monte Carlo dapat diaplikasikan dalam berbagai bidang, mulai dari ekonomi sampai fisika, tentu saja cara aplikasinya berbeda dari satu bidang ke bidang lainnya, dan ada banyak sekali himpunan bagian Monte Carlo meskipun dalam satu bidang yang sama. Hal yang menyamakan semua itu adalah bahwa percobaan Monte Carlo membangkitkan bilangan acak untuk memeriksa permasalahan.

Metode Monte Carlo dianggap sebagai penemuan dari Stanislaw Ulam, seorang matematikawan cemerlang yang bekerja untuk John Von Neumann di proyek United State’s Manhattan selama perang dunia II. Baca selebihnya »

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.